Kerja Keras Adalah Energi Kita

Posted On 14:22 by Pak Firman | | 0 komentar

Kerja Keras adalah Energi kita semua baik aku, kamu, dan dia. Yach, dengan semangat kerja keras itulah yang membedakan kita (kaum anak muda) dengan para orang-orang yang sudah tua. Para orang-orang tua memiliki suatu kelebihan yaitu berupa pengalaman yang banyak, akan tetapi mereka tidak lagi memiliki semangat kerja keras. Apabila kita (kaum muda) tidak juga memiliki semangat kerja keras, pengalaman pun juga minim, lalu apa yang dapat kita perbuat? Apa yang dapat kita kembangkan? Padahal nasib bangsa ini ke depan terletak di tangan kreativitas kita para anak muda. Ya kan…?!
:)


Kerja Keras PERTAMINA dalam hal Konversi Energi
Saat ini Pemerintah Indonesia, bekerjasama dengan PERTAMINA sedang aktif melakukan gerakan Konversi Energi dari Minyak (Minyak tanah) ke Gas (Elpiji). Menurut saya, program pemerintah untuk mengkonversi minyak tanah ke kompor gas adalah baik. Dengan program ini sebenarnya pemerintah ingin meningkatkan derajat hidup masyarakat terutama masyarakat bawah. Karena bagaimanapun secara global penggunaan kayu bakar ataupun energi likuid seperti minyak tanah, yang kurang ramah lingkungan dan tidak praktis, sudah ditinggalkan. Hanya beberapa negara di Afrika dan India yang masyarakatnya masih menggunakan kayu ataupun minyak tanah sebagai bahan bakar.

Dengan slogan Kerja Keras adalah Energi kita, PERTAMINA melalui program Konversi Energi ini akan membagikan paket peralatan program konversi minyak tanah ke elpiji secara gratis ke 1,63 juta kepala keluarga (KK) di Indonesia. Kompor gas gratis tersebut adalah program pemerintah untuk mengonversi penggunaan minyak tanah ke gas. Konversi energi dilakukan karena sumber daya alam minyak bumi makin menipis, sementara gas melimpah. Dibantu dengan 11 perusahaan sebagai pemasok kompor elpiji satu tungku sebanyak 4.576.650 unit, pemerintah dan PERTAMINA bertekad mengurangi subsidi minyak tanah yang setiap tahunnya mencapai Rp.35-40 triliun.

Harapan Saya ke Depan
Pertamina tidak bisa bekerja sendiri untuk mensukseskan program konversi minyak tanah ini. Musti ada juga pihak ketiga yang membantu yakni LSM. Kenapa? Karena BPH Migas kurang berperan dalam program konversi minyak tanah ini. Sebagai badan yang mengawasi, tentunya BPH Migas harus meningkatkan pengawasannya, jangan sampai minyak tanah yang sudah dirasa kurang oleh masyarakat disalahgunakan pula untuk kepentingan industri.

Perencanaan dan koordinasi dalam implementasi Program Konversi Minyak ke Gas inipun kurang benar, sehingga minyak tanah terburu-buru ditarik. Semestinya di adakan masa transisi, yaitu minyak tanah tetap ada, tetapi juga disediakan gas. Perlu ada iklan layanan di media massa tentang pemakaian kompor gas. Saat ini, kelangkaan minyak tanah akibat mulai ditariknya pasokan ke agen-agen minyak tanah mulai dirasa meluas. Tidak hanya di Jakarta Pusat, tetapi juga di daerah Koja Jakarta Utara, dan Kampung Melayu Besar, Jakarta Timur, dimana masyarakat harus antri dua hingga empat hari untuk mendapatkan jatah minyak tanah. PERTAMINA juga harus menggandeng lembaga swadaya masyarakat untuk memasyarakatkan akan perlunya memakai gas. Jangan sampai ada kasus kompor atau tabung gas meledak, yang nantinya justru membuat masyarakat semakin ketakutan menggunakan kompor gas.
Ayo PERTAMINA…!!
Tetap istiqomah ya dengan slogan “Kerja Keras adalah Energi Kita”….?!

Keep Reading

edit post

Memperpanjang Usia Monitor

Posted On 06:17 by Pak Firman | | 0 komentar

Setiap komputer pasti ada monitornya bukan? Nah, untuk sebuah komputer pribadi, monitor merupakan perlengkapan yang penting. Tanpa monitor kita tidak dapat melihat tampilan dan gambar-gambar yang ada di komputer kita. Karenanya monitor harus kita jaga agar tidak cepat rusak. Bagaimana caranya ? Silahkan baca terus kelanjutan artikel ini.

Perawatan monitor yang oke menjamin monitor kita untuk hidup lebih lama. Tidak percaya? Simak saja cerita singkat berikut ini. Tujuh tahun yang lalu, Agung membeli seperangkat komputer berprosesor Pentium 100 lengkap dengan monitornya. Setelah pergantian abad, ia membeli CPU baru. Kali ini dengan prosesor canggih Pentium 4. Bagaimana dengan monitornya? Ia tetap menggunakan monitor yang lama. Meskipun perangkat monitor yang sudah berusia tujuh tahun tersebut sudah menguning dan lusuh, namun masih bisa menampilkan cahaya terang dari tabungnya.

Minggu-minggu pertama, Agung getol sekali duduk berlama-lama di depan komputer barunya. Sampai pada suatu hari, tiba-tiba layar monitornya redup.. dup! Hwarakadah! Monitor legendarisnya tiba-tiba mati total. Untuk sementara, aktivitas berkomputeria ditunda sampai si Agung membawa monitor tersebut ke tempat perbaikan komputer dan monitor. Setelah selesai diperbaiki, sang teknisi memberikan beberapa komponen-komponen elektronik yang meleleh kepada Agung. Sadarlah ia, bahwa monitornya sudah kepanasan.

Pengalaman adalah guru yang paling bijaksana. Belajar dari pengalaman Agung, kita bisa memperpanjang usia monitor dengan memakainya secara bijaksana. Usia monitor yang lebih dari tiga tahun merupakan usia yang cukup tua. Mungkin bagi orang-orang perkantoran, mereka sudah mulai membuat anggaran untuk mengganti peralatan komputernya. Namun bagi yang berkocek pas-pasan, kita perlu mensiasatinya dengan beberapa tips.

Tips-tips di bawah ini mungkin bisa Anda coba.

1. Mencabut kabel power supply komputer atau monitor dari stop kontak
Jangan lupa, apabila kita sudah selesai menggunakan komputer, segera matikan tombol on/off monitor dan cabut juga kabel yang menghubungkan komputer atau monitor dengan stop kontak. Dengan demikian, tidak ada lagi aliran listrik yang akan masuk ke komputer kita.

2. Mematikan monitor ketika komputer sedang idle
Kadang kala, kita sedang men-defragmentasi file-file di hardisk. Dari pada menunggu proses defragmentasi itu selesai, lebih baik kita jalan-jalan sebentar sekitar 30 menit dan matikan pula monitor Anda.
3. Monitor yang berada di ruangan ber-AC
Bagi kita yang menggunakan komputer di dalam ruangan yang ber-AC, sungguh beruntung, karena AC dapat mendinginkan komponen-komponen elektronik di komputer maupun monitor. Tetapi, perlu dilihat, apakah posisi monitor Anda tepat berada di bawah AC? Bila ya, jangan sampai ada tetesan air AC yang menetes ke monitor. Awas, bisa terjadi hubungan arus pendek jika terkena air.
4. Monitor yang berada di ruangan TIDAK ber-AC
Pastikan bahwa ruangan tersebut mempunyai aliran udara, seperti jendela atau lubang angin yang mencukupi. Boleh juga menambahkan kipas kecil di atas monitor supaya udara panas segera keluar dari perangkat monitor kit.

5. Bersihkan monitor seminggu sekali
Cukup dengan kemoceng, kita kipas-kipaskan untuk membersihkan debu-debu yang menempel. Apabila punya waktu luang, bersihkan dengan kain dan pembersih khusus perangkat komputer.

Dijamin monitor kita akan berusia lebih panjang! Semoga panjang umur: monitorku!

Keep Reading

edit post

Mengenal Layar Sentuh & Komponen utamanya

Posted On 06:11 by Pak Firman | | 0 komentar

Teman-teman pernah mencoba touch screen / layar sentuh ? Touch screen merupakan sebuah perangkat keras yang mirip seperti monitor komputer tetapi mempunyai kelebihan dibandingkan monitor biasa. Layar sentuh atau dalam bahasa Inggrisnya Touchscreens, touch screens, touch panels atau touchscreen panels adalah layar tampilan komputer yang sensitif terhadap sentuhan manusia, sehingga seseorang dapat berinteraksi dengan komputer dengan cara menyentuh gambar atau tulisan yang terpampang pada layar komputer.

Touchscreen sering dipakai pada kios informasi ditempat-tempat umum, misalnya di bandara dan rumah sakit serta pada perangkat pelatihan berbasis komputer. Sistem touchscreen tersedia dalam bentuk monitor yang sudah memiliki kemampuan layar sensitif sentuhan dan ada juga kit touchscreen yang lebih ekonomis yang dapat dipasang pada monitor yang sudah ada

Touchscreen: Teknologi Tua yang Masih Elegan

Data yang dihasilkan dari sentuhan ini tentunya adalah data mengenai posisi tangan kita yang menyentuh sinyal ultrasonik tersebut. Jika ini dilakukan secara kontinu dan terdapat banyak sekali sensor gelombang ultrasonic pada media yang disentuhnya, maka jadilah sebuah perangkat touchscreen yang dapat digunakan.

Touchscreen jenis ini diklaim sebagai jenis touchscreen yang paling canggih dan memiliki banyak keunggulan daripada kedua jenis touchscreen lainnya. Karena tidak menggunakan bahan pelapis metalik melainkan sebuah lapisan kaca, maka tampilan dari layar touchscreen jenis ini mampu meneruskan cahaya hingga 90 persen, sehingga lebih jernih dan terang dibandingkan dengan Resistive touchscreen. Tanpa adanya lapisan sensor juga membuat touchscreen jenis ini menjadi lebih kuat dan tahan lama karena tidak akan ada lapisan yang dapat rusak atau haus ketika di sentuh, tidak ada lapisan yang akan rusak ketika terkena air, minyak, debu, dan banyak lagi.

Kekurangan layar sentuh

Namun touchscreen ini juga bukannya tanpa kelemahan. Meskipun secara fisik kebal terhadap gangguan elemen-elemen luar, kinerja dari layar sentuh ini dapat diganggu oleh elemen-elemen seperti debu, air, dan benda-benda padat lainnya. Sedikit saja terdapat debu atau benda lain yang menempel di atasnya maka layar sentuh dapat mendeteksinya sebagai suatu sentuhan. Sensor-sensor ultrasoniknya akan langsung bekerja dengan baik. Maka itu layar sentuh jenis ini harus dijaga dengan ekstra hati-hati. Layar sentuh jenis ini sangat cocok digunakan pada ruangan training komputer, keperluan dalam ruangan untuk menampilkan informasi dengan sangat jernih dan tajam, presentasi dalam ruangan, dan banyak lagi.

Jenis layar sentuh

Capasitive Touchscreen
Touchscreen jenis ini memiliki cara kerja yang cukup rumit, namun sangat andal dalam ketahanan dan kejernihannya. Capasitive touchscreen memiliki sebuah lapisan pembungkus yang merupakan kunci dari cara kerjanya, yaitu pembungkus yang bersifat capasitive pada seluruh permukaannya. Panel touchscreen ini dilengkapi dengan sebuah lapisan pembungkus berbahan indium tinoxide yang dapat meneruskan arus listrik secara kontiniu untuk kemudian ditujukan ke sensornya.

Lapisan ini dapat memanfaatkan sifat capacitive dari tangan atau tubuh manusia, maka dari itu lapisan ini dipekerjakan sebagai sensor sentuhan dalam touchscreen jenis ini. Ketika lapisan berada dalam status normal (tanpa ada sentuhan tangan), sensor akan mengingat sebuah nilai arus listrik yang dijadikan referensi. Ketika jari tangan kita menyentuh permukaan lapisan ini, maka nilai referensi tersebut berubah karena ada arus-arus listrik yang berubah yang masuk ke sensor. Informasi dari kejadian ini yang berupa arus listrik akan diterima oleh sensor yang akan diteruskan ke sebuah controller. Controller ini berfungsi untuk meneruskan informasi tersebut ke mesin pengalkulasi posisi dari gangguan atau sentuhan tersebut. Proses kalkulasi posisi akan dimulai di sini.

Kalkulasi ini menggunakan posisi dari ke empat titik sudur pada panel touchscreen sebagai referensinya. Ketika hasil perhitungannya didapat, maka koordinat dan posisi dari sentuhan tadi dapat di ketahui dengan baik. Akhirnya informasi dari posisi tersebut akan diintegrasikan dengan program lain untuk menjalankan sebuah aplikasi.

Capasitive touchscreen sangat berbeda dengan kedua jenis touchscreen sebelumnya. Touchscreen jenis ini baru dapat bekerja jika sentuhan-sentuhan yang ditujukan kepadanya berasal dari benda yang bersifat konduktif seperti misalnya jari-jari kita. Tidak seperti Resistive atau Surface wave yang dapat disentuh dengan jari tangan ataupun stylus, touchscreen ini hanya dapat dioperasikan dengan jari saja. Tetapi dengan adanya sifat seperti ini, maka touchscreen ini tidak mudah terpengaruh oleh gangguan dari benda-benda lain di atasnya seperti misalnya debu atau air.

Tampilan layarnya pun sangat jernih daripada jenis Resistive touchscreen sehingga sangat cocok untuk digunakan dalam berbagai keperluan interaksi dalam publik umum seperti misalnya di restoran, kios elektronik, lokasi Point Of Sales, dan banyak lagi.

Bagaimana Sebuah Layar Touchscreen Bekerja?

Sebuah layar touchscreen yang paling sederhana terdiri dari tiga buah komponen utama dalam bekerja. Komponen tersebut adalah sebagai berikut:

1. Touch Sensor
Touch sensor merupakan sebuah lapisan penerima input dari luar monitor. Input dari touchscreen adalah sebuah sentuhan, maka dari itu sensornya juga merupakan sensor sentuh. Biasanya sensor sentuh berupa sebuah panel terbuat dari kaca yang permukaannya sangat responsif jika disentuh. Touch sensor ini diletakkan di permukaan paling depan dari sebuah layar touchscreen, dengan demikian area yang responsif terhadap sentuhan menutupi area pandang dari layar monitor. Maka dari itu ketika kita menyentuh permukaan layar monitornya, input juga telah diberikan oleh kita. Teknologi touch sensor yang kini banyak digunakan terdiri dari tiga macam, seperti yang telah dijelaskan di atas, yaitu Resistive touchscreen, Capasitive touchscreen, dan Surface wave touchscreen. Semua jenis sensor ini memiliki cara kerja yang sama, yaitu menangkap perubahan arus dan sinyal-sinyal listrik yang ada pada sensor tersebut, merekamnya dan mengubahnya menjadi titik-titik koordinat yang berada di atas layar, sehingga posisi tepat dari sebuah sentuhan dapat langsung diketahui dengan benar.

2. Controller
Controller merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antara sensor dengan perangkat komputer yang akan memproses sentuhansentuhan tersebut. Ketika sensor-sensor merekam sebuah even sentuhan, maka data yang dimilikinya diteruskan ke sebuah controller. Controller tersebut kemudian akan melakukan penerjemahan informasi dari sensor-sensor tersebut menjadi informasi yang dimengerti oleh prosessor komputer. Setelah informasi masuk dan diproses oleh processor, maka hasil akhirnya akan dikeluarkan lagi ke monitor untuk ditampilkan. Kembali controller bertugas untuk menterjemahkan informasi dari processor untuk diubah menjadi sebentuk gambar yang ditampilkan di atas layar monitor.

3. Software driver
Software driver merupakan sebuah software pengatur yang diinstal pada perangkat komputer atau PC yang tugasnya adalah untuk mengatur agar perangkat touchscreen dan komputer dapat bekerja sama untuk digunakan dalam berbagai macam keperluan. Software driver akan mengatur operating system dari perangkat komputer bagaimana caranya menangani even-even sentuhan yang berasal dari sensor-sensor di atas layar touchscreen. Kebanyakan dari driver touchscreen saat ini sudah menggunakan driver yang hampir sama dengan driver sebuah mouse. Hal ini akan membuat sebuah even sentuhan pada satu titik di layar monitor seperti sebuah even klik pada mouse di posisi yang sama. Dengan menggunakan driver dari perangkat mouse, maka para developer program tidak perlu pusing-pusing lagi memikirkan bagaimana programnya dapat berinteraksi dengan sebuah touchscreen.

Touchscreen di Mana-mana

Jika teman-teman ingin merasakan layar touchscreen namun tidak punya PDA atau TabletPC, pergilah ke mall-mall atau ke kumpulan mesin ATM. Di sana teman-teman akan menemukan sebuah aplikasi touchscreen yang sangat tepat. Penunjuk direktori atau iklan promosi di mall tersebut sudah bisa kita akses dengan menyentuhkan jari kita di sebuah layar besar. Atau jika kita hanya ingin mentransfer uang tanpa mengambil uang cash, saat ini banyak tersedia mesin ATM dengan touchscreen. Semua itu tentu bertujuan untuk memudahkan kita berinteraksi dengan komputer, sehingga informasi yang ingin dicari dapat cepat tersampaikan. Selain itu, pihak penyedia jasa tentu tidak perlu menyewa seseorang untuk berinteraksi dengan kita dalam mencari informasi. Sangat efisien, bukan? Selamat mencoba!

Keep Reading

edit post

Mengenal Virus Komputer

Posted On 05:40 by Pak Firman | | 0 komentar

Ternyata, komputer bisa terserang virus juga. Sebenarnya virus komputer itu berbentuk apa ya? Kira-kira, virus komputer itu sama tidak ya dengan virus pada manusia? Lalu apakah virus komputer itu menular? Kemudian, bagaimana caranya agar komputer kita tidak terinfeksi virus? Ingin tahu jawabannya? Silahkan baca kelanjutan artikel berikut ini...

Dalam ilmu kedokteran, virus pada makhluk hidup adalah mikro organisme yang tidak dapat dilihat oleh mikroskop biasa, jadi hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Pada ilmu komputer, virus yang dimaksud adalah adalah sebuah program komputer yang memiliki kemampuan untuk menggandakan diri dengan cara menyisipkan program / script ke dalam sebuah file lain. Mirip seperti virus biologis, virus komputer dapat menyebar dengan cepat pada file-file dalam sebuah komputer, atau bahkan menulari file di komputer lain, baik melalui jaringan maupun lewat kegiatan tukar-menukar file. Saat ini banyak virus yang sengaja disebarkan melalui email. Oleh karenanya, jika komputer kita terhubung langsung ke internet, sebaiknya kita harus memasang antivirus dan upayakan agar selalu ter-update (diperbaharui).

Jenis Virus
Dahulu kita mengenal pembagian virus berdasarkan sasaran penyebarannya, yaitu virus boot sector dan virus file. Virus boot sector didesain oleh pembuatnya untuk menginfeksi boot sector, yakni bagian dari sebuah media penyimpanan (disket, hard disk) yang pertama kali dibaca oleh sistem operasi saat media tersebut diakses. Sekali media penyimpanan yang terinfeksi oleh virus jenis ini dipakai untuk melakukan booting, maka virus pun menetap di memory dan siap menginfeksi media penyimpanan lain yang digunakan di komputer yang sama. Belakangan, virus boot sector berkembang menjadi tipe yang lebih ganas, yaitu yang dikenal sebagai virus partisi (partition table). Tabel partisi adalah bagian pada hard disk yang menyimpan data-data CHS (cylinder/head/sector) yang menjadi pedoman bagi sistem operasi untuk melakukan proses pembacaan. Sekali bagian ini dihancur-leburkan oleh virus, maka tentunya hard disk tidak lagi dapat dibaca dan seluruh data didalamnya pun melayang.

Sementara itu, virus file bekerja dengan cara menyisipkan programnya dalam sebuah file. Dahulu, saat penggunaan sistem operasi DOS masih meluas, sasaran virus jenis ini adalah file-file executable, yaitu file yang namanya berakhiran dengan ekstensi .COM atau .EXE. Selain melakukan penularan, virus file seringkali menambahkan perintah-perintah tertentu pada kode program yang ditularinya. Umumnya virus semacam ini memiliki sifat sebagai "bom waktu", dimana program virus akan melakukan aksinya pada waktu-waktu tertentu yang telah ditentukan oleh si programmer. "Aksi" ini bisa bermacam-macam, mulai dari yang ringan seperti menampilkan pesan dan membunyikan speaker, hingga melakukan perusakan dengan menghapus data, atau bahkan memformat hard disk !

Pada saat penggunaan program berbasis Windows mulai marak dengan aneka macam fitur, maka kita kembali mengenal satu jenis virus baru, yakni virus macro. Macro adalah serangkaian perintah, mirip perintah dalam bahasa pemrograman yang disediakan oleh perangkat lunak yang memungkinkan penggunanya untuk menyusun suatu rangkaian pekerjaan tertentu. Rangkaian perintah tersebut akan dijalankan sekaligus oleh perangkat lunak saat macro dijalankan. Fasilitas macro berguna untuk memudahkan pengguna dalam melakukan langkah-langkah yang berurutan dan berulang-ulang. Celakanya, fasilitas ini akhirnya disalahgunakan oleh tangan-tangan jahil untuk membuat macro yang berisi perintah-perintah penularan dan bahkan perusakan!

Jenis virus macro yang terkenal adalah virus WordMacro yang khusus dibuat untuk menginfeksi file data dari perangkat lunak pengolah kata Microsoft Word (berekstensi .DOC). Virus jenis ini memiliki hingga ribuan varian dengan aneka macam jenis gangguan. Mulai dari yang hanya menampilkan pesan pada waktu-waktu tertentu, hingga melakukan perusakan pada file. Virus WordMacro tergolong memiliki varian paling banyak karena kode-kodenya yang mudah untuk dimodifikasi. Disamping itu, mempelajari macro pada MS Word tidaklah sesulit mempelajari bahasa Assembly atau C (bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk membuat program virus).

Menghindari Ancaman Virus
Sebagai pengguna komputer, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menghindari sistem kita dari ancaman virus maupun akibat-akibat buruk yang ditimbulkannya:

1. Pasang Anti Virus pada sistem komputer.
Sebagai perlindungan di garis depan, penggunaan anti virus adalah wajib. Ada banyak anti virus yang beredar di pasaran saat ini. Beberapa yang cukup handal diantaranya adalah McAfree VirusScan (www.mcafee.com) dan Norton Anti Virus (www.symantec.com).
2. Update database program anti virus secara teratur.
Ratusan virus baru muncul setiap bulannya. Usahakan untuk selalu meng-update database dari program anti virus yang anda gunakan. Database terbaru dapat dilihat pada website perusahaan pembuat program anti virus yang anda gunakan.
3. Berhati-hati sebelum menjalankan file baru.
Lakukan scanning terlebih dahulu dengan anti virus sebelum menjalankan sebuah file yang didapat dari mendownload di internet atau menyalin dari orang lain. Apabila anda biasa menggunakan sarana e-mail, berhati-hatilah setiap menerima attachment dalam bentuk file executable. Waspadai file-file yang berekstensi: *.COM, *.EXE, *.VBS, *.SCR, *.VB. Jangan terkecoh untuk langsung membukanya sebelum melakukan scanning dengan software anti virus.
4. Curigai apabila terjadi keanehan pada sistem komputer.
Menurunnya performa sistem secara drastis, khususnya saat melakukan operasi pembacaan/penulisan file di disk, serta munculnya masalah pada software saat dioperasikan bisa jadi merupakan indikasi bahwa sistem telah terinfeksi oleh virus.
5. Backup data secara teratur.
Tips ini mungkin tidak secara langsung menyelamatkan data kita dari ancaman virus, namun demikian akan sangat berguna apabila suatu saat virus betul-betul menyerang dan merusak data di komputer yang anda gunakan. Setidaknya dalam kondisi tersebut, kita tidak akan kehilangan seluruh data yang telah dibackup sebelumnya.

Keep Reading

edit post

Mengenal Spyware

Posted On 20:05 by Pak Firman | | 0 komentar

Definisi Spyware

Teman-teman pernah mendengar kata ‘spyware’ ? Ketika browsing internet tiba-tiba muncul pop-up windows, seperti iklan. Nah, itu adalah salah satu spyware. Definisi umum spyware adalah program kecil yang bekerja secara otomatis pada saat kita browsing internet atau memata-matai kegiatan online kita lalu mengirimkan hasil pantauannya ke host server spyware tersebut. Jenis spyware sangat banyak, ada yang hanya bertugas merotasi tampilan iklan pada software, ada yang menyadap informasi konfigurasi komputer kita, ada yang menyadap kebiasaan online kita, dan sebagainya.

Darimana mereka datang ke komputer kita. Banyak cara yang dilakukan oleh mereka, Diantaranya melalui software gratisan (Freeware dan Shareware), juga dari situs internet yg kita kunjungi dimana secara diam-diam mereka menginstallkan dirinya sendiri ke komputer kita.

Kenapa mereka bisa mengganggu kinerja komputer kita? Tentu saja karena mereka bekerja terus menerus (terutama saat kita online atau ketika menggunakan browser) dan beberapa malah mengubah/mengganti file-file system windows yg asli dengan file-file mereka. Tentu ini menambah beban kerja windows yang normal.

Tips Mengatasi Spyware
Sebelumnya banyak sekali anti-spyware yang bisa di-download gratis seperti Spybot. Namun saat ini, sudah banyak sekali yang berupa versi komersial alias mesti bayar lisensi nya. Memang masih terdapat beberapa yang gratisan namun database spyware mereka tidak sekomplit yang komersil. Kenapa ? Karena otomatis tim anti-spyware yang komersial mendapatkan dana dari lisensi yang mereka jual sedangkan yang freeware alias gratisan mendapatkan dana biasanya hanya dari sumbangan.

Berikut ini tips yang bisa dilakukan untuk mencegah spyware :

1. Hati-hati dalam melakukan browsing ke situs-situs yang ‘tidak jelas’ di Internet. Biasanya terutama situs-situs underground, situs-situs hacking dan situs-situs crack.
2. Khusus untuk program freeware atau gratisan, sebelum digunakan, lihat informasi di bagian review pengguna, apakah ada yang komplain mengenai spyware di dalamnya. Karena umumnya spyware ada di program yang freeware.
3. Usahakan tidak menggunakan program-program seperti P2P sharing dan Download Accelerator contohnya Kazaa, download plus dan sebagainya.
4. Lakukan Windows update secara rutin. Spyware selama ini memang menargetkan windows sebagai platform utama sebagai sasarannya. Terbukti banyak sekali BHO – browser helper object yang dibuat untuk running atau attach ke MSIE (Microsoft Internet Explorer). Meskipun tidak menjamin bahwa IE nya akan kebal terhadap spyware tapi setidaknya mengurangi lubang-lubang security yang bisa digunakan sebagai pintu masuk bagi spyware.
5. Pada saat download program di Internet, kalau bisa baca dulu EULA nya (End-User License Agreement) karena biasanya di dalam klausalnya sengaja dibuat serumit dan sepanjang mungkin yang mungkin didalamnya ada klausal untuk instalasi spyware. Ada program yang EULA sebanyak 131 halaman, siapa yang mau baca ? tapi itu memang sengaja dibuat seperti itu sehingga apabila terjadi tuntutan hukum di kemudian hari mereka punya bukti.
6. Install anti-spyware, seperti ad aware. Tapi kadang spyware terbaru tidak terdeteksi, makanya harus sering di update. Jika cara ini belum memuaskan, coba dengan tools berikut, yang pertama CWShredder dilanjutkan dengan HijackThis. Bisa di download di situs ini http://www.spywareinfo.com/~merijn/downloads.html. Ada beberapa tools lain disana, mungkin bisa kamu coba juga.
7. Dalam menggunakan HijackThis harus diperhatikan betul-betul sebelum menghapus apa-apa yang terdeteksi, Untuk mencegah Spyware tidak balik lagi, rajin-rajinlah mengupadate database anti-virus dan anti-spyware dari OS yg anda gunakan, lalu berhati-hati ketika browsing, Hati-hati ketika meggunakan software gratis (contoh: kazaa), Pasang anti virus dan update terus. Atau beralih ke OS lain?
8. Apabila saat browsing, keluar pop-up window, jangan klik ke windows tersebut tapi langsung tutup windows tersebut.

Walaupun tips di atas tidak bisa menjamin 100% bebas dari spyware, namun setidaknya kita bisa mengurangi ancaman dari spyware tersebut.

Keep Reading

edit post